SECERCAH CAHAYA
oleh: Mutia Nur Imani
PART 1
Terlukis
Senja
“senja itu tidak kekal, ia akan pergi namun akan kembali. Haruskah ku
tunggu?”
Angin berhembus perlahan masuk ke dalam relung jiwa. Membawa bersama
harapan yang tak pernah nyata. Perlahan mulai menghilang, namun masih sangat
tersa. Hembusan nafas setiap detiknya bak kesejukan yang tak ingin lepas. Sedikit
demi sedikit ku tarik kembali anganku yang terbang jauh ke angkasa.
“jangan
terlalu menikmati, sisakan sedikit harapanmu”. Sebuah kalimat lembut yang
menyadarkan lamunan panjangku.
Kedua
mata ini memaksa untuk membuka, dan ku tolehkan kearah suara itu berasal.
“Laila”.
Ucapnya sambil menyodorkan setangkai bunga mawar merah.
“Ini
untuk mu’. Tanpa kata, ku ambil bunga itu dari tangannya.
“mmmm boleh aku titip keranjang dan bunga ini?
besok akan ku ambil kembali dari mu”.
Belum
sempat ku izinkan, gadis dengan sehelai kain yang menutupi wajah cantiknya itu
menyodorkan keranjang bunganya kepadaku lalu pergi.
Seketika,
senja perlahan mulai menghilang dan taman menjadi gelap. Kesunyian membuatku
semakin bertanya-tanya “siapakah gadis itu?”
Secercah
Cahaya
PART 2
TO BE CONTINUE......