Wednesday, April 29, 2020

Secercah Cahaya




SECERCAH CAHAYA
oleh: Mutia Nur Imani

PART 1
Terlukis Senja
“senja itu tidak kekal, ia akan pergi namun akan kembali. Haruskah ku tunggu?”

            Angin berhembus perlahan masuk ke dalam relung jiwa. Membawa bersama harapan yang tak pernah nyata. Perlahan mulai menghilang, namun masih sangat tersa. Hembusan nafas setiap detiknya bak kesejukan yang tak ingin lepas. Sedikit demi sedikit ku tarik kembali anganku yang terbang jauh ke angkasa.
“jangan terlalu menikmati, sisakan sedikit harapanmu”. Sebuah kalimat lembut yang menyadarkan lamunan panjangku.
Kedua mata ini memaksa untuk membuka, dan ku tolehkan kearah suara itu berasal.
“Laila”. Ucapnya sambil menyodorkan setangkai bunga mawar merah.
“Ini untuk mu’. Tanpa kata, ku ambil bunga itu dari tangannya.
 “mmmm boleh aku titip keranjang dan bunga ini? besok akan ku ambil kembali dari mu”.
Belum sempat ku izinkan, gadis dengan sehelai kain yang menutupi wajah cantiknya itu menyodorkan keranjang bunganya kepadaku lalu pergi.
Seketika, senja perlahan mulai menghilang dan taman menjadi gelap. Kesunyian membuatku semakin bertanya-tanya “siapakah gadis itu?”

Secercah Cahaya
PART 2
TO BE CONTINUE......