Saturday, June 27, 2020

Could it be love?

                         Could It Be Love? 
Mutia Nur imani

Could it be love? Semuanya terasa tiba-tiba. Mungkin berawal dari  pertemuan, canda, saling ngandalkan, dan saling berbagi cerita. Tiba-tiba aku merindu, Menjadi salah tingkah saat bertemu. Tidak bisa menahan lagi senyum itu. Bagaimana harus aku katakan? Aku terlalu naif jika aku bilang ini bukan cinta. Hanya saja, perasaan ini harus aku kubur sedalam mungkin. 

Semua berawal dari aku dan kamu saling membutuhkan dan beradu cerita. Awal mulanya, aku masih bisa sedikit mengikis bibit-bibit perasaan yang tumbuh. Sampai aku sangat tidak ingat jika aku menyimpan rasa. Hingga suatu waktu, Tuhan takdirkan kita bertemu dengan alur yang tak terduga. Siapa tau akan tumbuh kembali benih yang sudah lama mati. 

Bukan aku tidak menerima kenyataan. Namun, cinta ini bagaikan harapan melihat rembulan di siang hari. Tidak mungkin! 
Kita adalah ketidak mungkinan. Jadi, mari kita kubur kembali rasa ini hingga benar-benar mati...  

Jauh dalam hati terdalam, aku hanya berharap semoga Tuhan datangkan cinta di waktu yang tepat dan orang yang tepat. 


         - lovestory-


No comments:

Post a Comment