Thursday, December 12, 2019

Tolong! Dia Datang Ke Duniaku


Tolong! Dia Datang Ke Duniaku
Oleh : mutia nur Imani
Genre: horror




            “Tidakkk… jangan ganggu sayaaaa!! “. Mimpi itu terulang kembali, aku takut. Aku melihatnya lagi, seorang nenek dengan mukanya yang hancur, saebelah matanya bolong, satu tangan dan kakinya terpisah dari badannya. Sambil berdercit dan membawa potongan tangan dan kakinya dia datang merangkap menuju kearahku. siapa dia ? kenapa harus aku yang dipertemukan dengannya? kenapa dia selalu hadir setiap malam dalam mimpiku? Tolong akuu…

Itulah yang memngganggu pikiranku akhir - akhir ini. Namaku Natia Putri, entah kenapa aku mengalami mimpi menyeramkan yang sama setiap malam. Hingga satu malam aku memilih untuk tidak tidur dan terjaga hingga pagi karna aku takut melalui malamku dengan mimpi itu. Setiap malam, aku terbangun dengan keringat disekujur tubuhku ditengah malam, hingga aku tidak berani untuk melanjutkan tidurku. Awalnya aku berpikir ini hanya mimpi buruk pengganggu tidur pada umumnya karna mungkin aku lupa berdo’a atau mungkin karna aku tidur dalam keadaan tidak bersih. Tapi meskipun aku telah mencuci mukaku hingga aku mandi sebelum tidur lalu berdo’a, mimpi itu tetap datang.
Selanjutnya aku menyibukan diri dengan kegiatan dan tugas kampusku berharap aku lupa dengan semua kejadian itu. Aku kuliah di sebuah universitas islam negri di daerah cibiru. Hari ini awan sangat tidak bersahabat, gelap seperti kehabisan tenaga untuk bersinar, hingga senja datang. aku benar benar sibuk dengan  kelas dan organisasiku sampai aku baru menyadari hari sudah gelap dan aku masih di kantor student  center (sekre jurusan) jurusanku dengan laptop dan setumpuk tugas yang menemani.
Kantor sekre jurusanku memang nyaman ada jendela yang bisa melihat langsung ke luar dan di depannya ada teras yang cukup dipakai untuk sekedar kumpul – kumpul atau rapat.  Yaampun, Aku baru sedar ternyata teman temanku sudah pergi satu persatu meninggalkanku sejak tadi. “ wah udah jam 22.30 ternyata “ gumamku. Dan aku segera bergegas membereskan barang barangku dan berniat menyelesaikannya di kostanku.
Tiba – tiba lampu di gedung itu mati semua “AAAAAAAAAAAAAKK” aku berteriak kaget dan juga takut karna yang aku tau aku adalah orang terakhir yang ada di lantai gedung itu. Tanpa berfikir panjang aku segera menyalakan flashlight di HPku dan memantulkannya kearah luar dan sontak aku kaget dengan sosok yang aku lihat.  seperti ada seorang wanita yang duduk merangkul lututnya membelakangiku dengan baju lusuh di pojok teras depan ruanganku. Aku takut, aku tidak berani memanggil nya, segera aku sorotkan senterku kearah barang barangku dan segera mengkemasnya agar aku bisa secepatnya beranjak dari tempat itu.
 Malam itu benar benar hening seperti tidak ada siapapun di gedung itu lalu aku menyadari seperti ada seseorang yang mengawasiku lewat jendela dan ketika aku menyorotkan senterku ke jendela “AAAAAAAAAAAAKKK” nafasku seperti akan berhenti, suaraku hilang, tubuhku gemetar. Wanita yang aku lihat tadi menempel di jendela ruangan yang aku tempati, wajahnya sangat menakutkan mata dan mulutnya penuh darah, penuh belatung di pipi busuknya dan rambutnya berantakan sambil sekilas aku mendengar dia berkata” maneh nu ngaganggu aing”. “aahhh  tolong… seseorang datanglah dan selamatkan aku” teriakku dalam hati karna sudah tak bisa berkata, nafasku sesak, tolong… hingga akhirnya badanku roboh sampai aku tidak sadarkan diri.
 “nat, bangun nat !” aku mendengar suara samar – samar ditelingaku sampai aku terbangun. Ternyata aku pingsan dan saat terbangun aku melihat lima temanku liya, ica, tiara,tika dan wiguna sudah ada di ruangan itu. Aku segera memeluk tiara dan menagis sejadi jadinya. Teman temanku terheran heran dengan kejadian apa yang telah menimpaku? Namun mereka membiarkanku tenang dan memberikanku segelas air agar aku dapat bercerita.
Aku meminta mereka membawaku dulu dari tempat itu dan akhirnya kami pergi ke tempat liya karna kostannya lah yang terdekat diantara kami. Aku bertanya tentang kenapa mereka bisa ada disana ternyata tiara mencariku ke kostan untuk meminjam buku referensi karna aku tidak bisa dihubungi. Dia menyadari aku belum pulang dan akhirnya tiara meminta ica untuk menemani nya mencariku ke gedung student center dan mereka mendapatiku sudah tergeletak di atas lantai dan tidak sadarkan diri. Akhirnya tiara menelpon tiga temanku lainnya. Lalu setelah mereka menceritakan kejadian yang mereka lihat kini giliran aku yang mereka desak untuk bercerita.
Aku bingung bagaimana aku harus menjelaskan ? perlahan aku mencoba menceritakan kejadian yang menimpaku tadi. Mereka kaget dengan apa yang aku alami. Mereka memintaku untuk menginap saja di tempat liya karna waktu sudah menunjukan pukul 23.30. akhirnya kami berlima menginap di kostan liya dan wiguna pulang ke kostannya. Setelah kejadian itu aku tidak berani memejamkan mata karna aku takut harus mengalami kejadian menyeramkan selanjutnya dalam mimpiku.
 Lampu kamar sudah dimatikan, teman-temanku sudah larut dalam mimpi indah mereka dan aku masih tidak berani untuk tidur.
 “suara apa itu “. gumamku dalam hati.
Aku mendengar seperti ada yang mencakar pintu kamar kostan liya. “Ah, mungkin itu kucing” Aku mencoba berfikir positif. Selanjutnya, aku mendengar dercitan seorang nenek yang ada di dalam mimpiku. Perasanku kembali tidak tenang aku mencoba memejamkan mata dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut. Namun dercitan itu semakin keras dan sumbernya seperti berpindah menjadi di dalam kamar mandi. Tuhan tolong aku … ada apa ini kenapa harus aku yang mengalaminya. Lalu suara itu hilang sekarang. perlahan aku membuka selimut yang menutupi seluruh wajahku “ AAAAAAAAAAAAAAAA ”.
aku melihatnya kini bukan dalam mimpi tapi di dunia nyata. seorang nenek dengan mukanya yang hancur, sabelah matanya bolong,  satu tangan dan kakinya terpisah dari badannya datang  keduniaku dia diam di pojok kamar liya dan menatapku sambil tertawa. aku berteriak sebisaku tapi nihil suaraku tidak keluar karna aku terlalu ketakutan. Nenek itu mulai merangkak seperti akan ke arahku. Apa yang harus aku lakukan? sekujur tubuhku kaku tidak bisa digerakan, aku ingin membangunkan teman teman – temanku.” Tuhan semoga ini mimpi aku ingin bangun dari mimpi ini” harapku dalam hati.
Aku mencoba mengeluarkan suaraku dan terus berdzikir berharap nenek itu hilang. Tapi, sosok nenek seram itu bukannya pergi dan menghilang dia malah mengikuti ucapanku sambil menggeleng – gelengkan kepala dan matanya yang membelalak dihadapanku. Sontak aku kaget dengan apa yang aku lihat. Aku meneruskan dzikirku dengan menutup mata, nafasku sesak, aku menangis dan berpasrah diri kepada tuhan karna saat itu hanya kepada-Nya lah aku berdo’a dan mengharapkan pertolongan. Lalu aku memberanikan diri membuka mata dan syukurlah dia sudah tidak ada.
Nafasku lega dan aku segera membangunkan temanku “ra... Tiara bangun “. Aku membangunkan tiara sambil masih sedikit meneteskan air mata karena masih merasa takut dengan hal yang menimpaku.
 “Loh nat? kok nangis kenapa ?” tanya tiara memelukku.
“aku melihatnya ra.. dia... dia yang selalu datang kedalam mimpiku, aku takut ra”. aku mengadu dan menangis karena sudah tak bisa ku tahan lagi air mataku.
Aku menceritakan apa yang aku alami pada tiara malam itu, tentang semua mimpi yang menggangu hidupku akhir akhir ini. Tiara memeluk ku mungkin dia sedikit tidak percaya dengan apa yang aku ceritakan. Teman - temanku yang lain masih sedang tertidur pulas, aku tidak tega membangukan mereka jadi malam itu hanya aku dan tiara yang terjaga. Dia menenangkanku. Waktu menunjukan pukul 02.00 pagi. Malam itu terasa begitu lama berlalu. Aku berharap matahari segera terbit dan hari berganti siang.
Akhirnya aku dan tiara memilih untuk tidak kembali tidur. Kami termenung dan saling diam. Tidak lama kemudian, Tiba – tiba tiara menatapku tajam seperti tatapan kosong. “ra.. ka..kamu.. ke..napa? “tanyaku dengan rasa takut .

“hihihihihi ulah sok cukat cokot nu lain hak maneh , aarrghh”. Itu bukan tira, suaranya berubah, ada apa dengan dia? Apa maksudnya jangan mengambil yang bukan hak ku? Apa yang aku ambil darinya? Aku beranjak membangunkan teman – temanku dengan keberanianku yang tersisa untuk membantu tiara sadar kembali. Aku dan tiga temanku mengikat tangan dan kaki tiara lalu kami membaca al-qur’an dan memutar do’a – do’a ruqiyah dari YouTube. Akhirnya tiara bangun dan memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Dia kembali sadar dan bertanya apa yang telah terjadi kepada kami.
            Akhirnya suara ayam jantan berkokok terdengar juga dan tidak lama kumandang adzan sudah terdengar dimana – mana. Setelah kejadian itu kami berlima tidak berani untuk tidur kembali. Sebenarnya aku masih memikirkan kata – kata yang keluar dari mulut tiara ketika dia sedang kerasukan. Lalu aku mencoba menceritakan kepada teman- temanku lalu tiara mulai mengeluarkan suaranya.
“mmmm apa mungkin yang dia maksud ‘jangan mengambil yang bukan hak kamu’ adalah cincin yang aku temukan ketika kita kemping ?”. jawabnya meyakinkan diri.
“Hah cincin apa? jangan bilang cincin ini yah ra, yang kamu kasih ke aku !”. jawabku kaget dan tegas untuk memastikan.
“ ketika minggu lalu kita camp berenam , aku iseng untuk jalan jalan sore sambil main HP, sampailah aku di sebuah rumah kecil aku berniat masuk karena aku mendengar suara banyak orang di dalam ketika sampai di depan pintu aku menemukan cincin lucu sekali, aku pikir. Mmm dan cincin itu adalah cincin yang kamu pakai nat….. “. Tiara menjelaskan sebelum selesai menceritakan aku menyangkal ceritanya karena aku terkejut dengan penjelasnnya.
“Hah kok kamu... … “. Jawabku ingin menyangkal ceritanya
“sstt aku cerita dulu “. Tiara menjelaskan ceritanya “tadinya aku tidak berniat mengambil cincin itu. Ketika aku sedang menggenggam dan melihat cincin itu tiba – tiba seorang kakek tua datang menyuruhku pergi dari tempat itu. Dia melarang aku untuk mendekati rumah itu. Akhirnya aku pergi dan tidak sadar cincin itu masih digenggamanku, nat. mau tidak mau akhirnya aku bawa cincin itu sampai kita pulang esok harinya. “. Pejelasan tiara
            Minggu lalu, aku dan enam teman – temanku tiara, ica, liya, tika, wiguna dan ditambah gandi mengadakan kemping dua hari satu malam di sebuah tempat kemping yang indah dengan sekian cerita mistis di daerah bandung – tarumajaya - kertasari. Semuanya berjalan lancar sampai pada hari terakhir yang menurutku ada beberapa kejadian tidak wajar. Dari mulai mendengar suara – suara aneh, bayangan hitam yang sepeti mengawasi kita dan lain sebagainya. Mungkin semua mulai terjadi sejak tiara mengambil cincin itu.
“terus ra, kenapa kamu kasih cincin ini ke aku ?”.  tanyaku penasaran.
“mmmm nat, sebenarnya sebelum kamu mengalami mimpi buruk yang kamu ceritakan dan sosok yang kamu temui di kantor sekre…. Aku sudah mengalaminya setelah kita pulang kemping“. Kami tercengang dengan ceritanya.
 “lalu mmm aku berfikir untuk membersihkan apapun yang aku gunakan ketika camp karna aku membaca sebuah artikel bisa saja ada makhluk dari dunia lain yang ikut dengan kita ketika kita tinggal di tempat yang tidak berpenghuni. tadinya aku ingin membuang cincin itu juga tapi aku tidak tega karna mustahil kalau ini penyebabnya pikirku, makanya kenapa aku kasih cincinnya  ke kamu, nat. “. Tiara menjelaskan panjang lebar.
            Kami yang mendengarkan tertegun kaget dan bingung harus berbuat apa. Ketika itu aku segera melepaskan cincin itu lalu Aku memutuskan membuang cincin itu dan agar orang lain tidak ada yang mengambilnya dan bernasib sama aku membalutnya dengan tisu dan membungkus dengan pelastik. Ketika itu juga aku membuangnya jauh – jauh.
            Aku dan empat temanku yang sedang kumpul dikostan liya terbaring masih tidak percaya dengan semua kejadian itu. Kami semua tertegun diam dan sesekali satu persatu dari kita berkataa “kok bisa ya”. Lalu “aneh “. Tapi syukurlah akhirnya semua berlalu dan semoga setelah ini aku bisa tidur dengan nyenyak dan dari sini kami belajar untuk tidak mengambil apapun yang bukan hak kami meskipun itu barang temuan.
Sampai aku memutuskan bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Tiba – tiba punggungku sakit dan pegal, terasa berat sekali. Ah, mungkin karna aku kurang tidur. Lalu aku keluar kamar dan bersiap untuk pulang kekostanku anehnya teman – temanku malah menutup badan mereka dengan selimut.
“heyy.. ayo dong bangun, kalian gak akan pada balik ? “. Tanyaku mengingatkan mereka.
“aku sakit badan nih, mungkin kurang tidur kali yah. “. Lanjutku berbicara. Mereka tetap tidak merespon aku kira mereka kembali tidur. Hmm ya sudahlah. HPku berbunyi tanda ada pesan masuk. Ketika aku membuka HPku “hah tiara “.
“ra, apaan sih pake chat segala deket juga”. Kataku sambil membuka pesannya. Sontak aku terkejut dengan isi chat yang dia kirim.
 “nat ada nenek – nenek serem menengkel di punggung kamu  seketika nafasku terhenti dan aku merasakan ada hembusan nafas dari belakang pundakku. dan ketika aku melihat kea rah cermin di depanku “ AAAAAAAAAAAAAAAAAA”.  
_ selesai _

4 comments: